Obat Ajaib Untuk Kanker? Ternyata Ini Dia Manfaat Singkong

Khasiatmanfaat.com – Terkadang sesuatu yang kita pandang sebelah mata ternyata bisa jadi dibalik itu ia memiliki nilai yang tak bisa dianggap remeh. Seringkali banyak orang tertipu oleh penampilan dan menganggap rendah sesuatu yang padahal ia sebenarnya memiliki nilai manfaat yang begitu tinggi. Hal itulah yang faktanya terjadi dengan ketela pohon atau ubi kayu atau disebut juga dengan singkong (Manihot utilissima), tanaman umbi yang dikenal sebagai makanan pokok sumber karbohidrat. Siapa yang menyangka bahwa singkong yang pada zaman dahulu merupakan makanan pokok yang digemari oleh nenek moyang kita tetapi di zaman ini hanya dianggap sebagai makanan kampung rakyat jelata, ternyata memiliki khasiat dan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.

Manfaat singkong bagi kesehatan sungguh diluar dugaan hingga tak berlebihan rasanya jika disebut ajaib. Baru-baru ini diketahui bahwa singkong ternyata bisa menjadi obat alternatif yang dapat menghancurkan sel-sel kanker. Bagaimana tidak disebut ajaib, singkong yang selama ini kita pandang sebelah mata dan dihargai murah meriah ternyata bisa menjadi obat alternatif yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit kanker.

Ternyata inilah rahasia kenapa orang kita zaman dahulu jarang ada yang terkena penyakit kanker!

Berikut ini adalah sebuah testimoni tentang manfaat singkong dari Dr. Cynthia Jayasuriya yang berbagi pengalamannya sembuh dari penyakit kanker yang ia derita berkat terapi dengan mengonsumsi singkong, yang pengalamannya tersebut kemudian di share oleh salah seorang pengguna facebook.


By: Dr. Cynthia Jayasuriya

Ini adalah pengalaman saya sendiri, sembuh dari kanker dengan singkong. Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk banyak orang.

Saya mengidap kanker kandung kemih stadium 2, setelah tujuh tahun mengidap kanker di urethra. Ginjal, urethra dan sebagian dari kandung kemih sudah diangkat. Setelah itu saya menjalani radiasi di bagian perut. 

Saya merasa sehat selama tujuh tahun. Saya menjalani pemeriksaan rutin setiap tahun. Pada tahun ke tujuh itu, ada darah dalam urine saya yang ternyata disebabkan oleh berkembangnya lagi sel kanker di kandung kemih. Kanker baru itupun diangkat lagi. Tapi bagaimana kalau kanker itu berkembang lagi?

Dari internet saya menemukan informasi tentang penggunaan biji aprikot untuk pengobatan kanker di Australia dan Amerika tanpa kemoterapi.

Seorang dokter dari Inggris yang bertugas di sebuah tempat terpencil di Afghanishtan menemukan kandungan vitamin B17 dalam biji aprikot. Di Afghanishtan, kekayaan seseorang diukur dari jumlah pohon aprikot yang dimilikinya. Mereka tidak hanya makan buah aprikot, tetapi juga bijinya. Biji aprikot memiliki bentuk almond dan rasanya pahit. Orang-orang dari wilayah ini tidak ada yang menderita kanker. Setelah diteliti, biji aprikot mengandung vitamin B17.

Pada saat sedang dirawat karena kanker, saya ingin tahu jenis makanan rutin kami yang mengandung vitamin B17. Ternyata vitamin B17 ada dalam singkong. Jadi saya makan singkong minimal 10 gram tiga kali sehari.
Setelah dikonsumsi selama 1 bulan, saya melakukan pemeriksaan kandung kemih yang dilakukan oleh doker yang menangani kanker saya. Beliau terkejut karena kandung kemih saya benar-benar bersih dan normal.

Selama makan singkong, saya merasa sangat fit dan orang lain pun melihat saya sangat sehat.
Setelah itu setiap tiga bulan saya periksa dan hasilnya tetap bersih. Sejak saat itu saya hanya makan singkong dan tidak menjalani pengobatan lainnya.

Secara sederhana, cara kerja singkong adalah sebagai berikut:

Nama ilmiah vitamin B17 adalah Amygdaline. Sel kanker adalah sel yang belum matang dan memiliki enzim yang berbeda dengan enzim normal. Ketika vitamin B17 digabungkan dengan enzim sel normal, B17 akan terurai menjadi 3 jenis gula. Tetapi ketika tergabung dengan enzim sel kanker, B17 terurai menjadi 1 gula, 1 benzaldehida dan 1 asam hidrosianik. Asam hidrosianik inilah yang membunuh sel kanker secara lokal.

Biji aprikot dan singkong sama-sama mengandung vitamin B17.
Setelah saya menulis artikel sebelumnya pada tahun 2010, saya menerima beberapa informasi dari pasien kanker yang juga mengkonsumsi singkong.

Mr. Pereira, pria berusia 70 tahun, terdiagnosis mengidap kanker prostat. Istrinya yang seorang pensiunan di rumah sakit kebetulan membaca artikel saya. Mereka tidak punya dana untuk biaya pengobatan kanker dan suntikan yang diberikan membuat Mr. Pereira sangat lemah. Istrinya memberikan singkong kepada Mr. Pereira.

Setelah mengkonsumsi singkong selama seminggu, kondisinya mulai membaik. Dan setelah sebulan makan singkong setiap pagi, dia menjalani pemeriksaan. Sejak terdiagnosis kanker, hasil test PSA nya 280 – 290. Tetapi setelah sebulan PSA nya menjadi 5.89!

Mereka mengunjungi saya untuk memperlihatkan hasil test sebelum dan sesudah mengkonsumsi singkong. Mr. Pereira sudah tidak merasakan lagi gejala kanker.

Ada seorang pria lain yang mengidap kanker hati dan sudah menjalani operasi. Tapi dari hasil MRI scan berikutnya, ternyata masih ada sel kanker yang belum terangkat. Dia mulai makan singkong setelah operasi. Sebulan setelah makan singkong, dokter mengatakan tidak perlu dilakukan operasi lagi karena dari MRI scan, sel kanker itu tidak membesar.

Jadi kenapa tidak mencoba singkong?
Singkong murah, mudah didapat, mudah memasaknya dan sangat lezat.

Caranya sangat mudah:

1. Pilih singkong yang segar, yang tidak ada noda biru.
2. Rebus dan jangan tutup panci selama memasak. Ini akan membantu menguapkan kelebihan asam hidrosianik.
3. Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung jahe sedikitnya 8 jam setelah mengkonsumi singkong.

Manfaat singkong sebagai obat kanker

Singkong rebus obat kanker


Demikianlah share pengalaman yang luar biasa tentang manfaat singkong sebagai obat alternatif untuk kanker. Menakjubkan bukan? Setelah membaca artikel ini saya jamin Anda tidak akan menganggap remeh atau memandang sebelah mata lagi makanan yang bernama singkong ini. Mungkin sudah saatnya pula kita mulai membudayakan kembali mengonsumsi singkong sebagai makanan pokok alternatif selain nasi, sebagaimana nenek moyang kita dahulu biasa mengonsumsinya hingga jarang sekali kita dapati orang-orang tua kita zaman dahulu yang terkena penyakit kanker.

Nb: Nantikan update berikutnya yang akan menampilkan beberapa testimoni lainnya tentang manfaat singkong sebagai obat kanker dll.

Jangan lupa bagikan pengalaman berharga ini supaya orang lain pun dapat mengambil manfaatnya. Siapa tahu pula berkat satu kali klik tombol share yang sepele Anda dapat menyelamatkan satu nyawa yang berharga. Semoga bermanfaat! :-)

Protected by Copyscape Plagiarism Checker - Do not copy content from this page.





Kiriman Terkait:

Komentar
  1. Nanda Agustus 21, 2015 | Balas
    • adminadmin Agustus 22, 2015 | Balas
  2. We Agustus 25, 2015 | Balas
    • adminadmin Agustus 25, 2015 | Balas
  3. kris Agustus 25, 2015 | Balas
    • adminadmin Agustus 26, 2015 | Balas
  4. Daryantii September 4, 2015 | Balas
    • adminadmin September 4, 2015 | Balas
  5. Christian Manik September 6, 2015 | Balas
  6. agustina Desember 20, 2015 | Balas
  7. irpan Juli 2, 2016 | Balas
  8. eric carl Agustus 2, 2016 | Balas
  9. niena Agustus 22, 2016 | Balas
  10. endah wati Oktober 13, 2016 | Balas
  11. roup Oktober 28, 2016 | Balas
  12. Elly Desember 3, 2016 | Balas
  13. Abi Azzam Desember 14, 2016 | Balas
  14. DiabetesCenter.club Desember 25, 2016 | Balas
  15. eka Desember 26, 2016 | Balas
  16. Yusuf afandi Desember 31, 2016 | Balas
    • Bulan Juli 25, 2017 | Balas
  17. Yusuf afandi Desember 31, 2016 | Balas
  18. Fitri Januari 20, 2017 | Balas
  19. yunlia vidiarti Januari 21, 2017 | Balas
  20. Arif budianto Januari 21, 2017 | Balas
  21. khairul Maret 5, 2017 | Balas
  22. ossy Maret 16, 2017 | Balas
    • adminadmin Maret 24, 2017 | Balas
  23. yani Maret 23, 2017 | Balas
    • adminadmin Maret 24, 2017 | Balas
      • lina April 3, 2017 | Balas
  24. Yanti April 7, 2017 | Balas
  25. Hamba Allah April 10, 2017 | Balas
    • adminadmin April 12, 2017 | Balas
  26. Jinuin Malun April 21, 2017 | Balas
  27. rohmad sudarmo April 22, 2017 | Balas
  28. Izhal April 24, 2017 | Balas
  29. Luter Guling April 24, 2017 | Balas
  30. mufit April 26, 2017 | Balas
  31. kanahaya Mei 1, 2017 | Balas
  32. Putri Mei 5, 2017 | Balas
  33. panda Juni 16, 2017 | Balas
  34. suaib hamadi Agustus 10, 2017 | Balas
  35. aie khairunnisa Agustus 12, 2017 | Balas
  36. fitriana nur itsnaini Agustus 14, 2017 | Balas
  37. Riani Oktober 21, 2017 | Balas
  38. ana Februari 28, 2018 | Balas
  39. jamilah Maret 4, 2018 | Balas
  40. Isna nanik Mei 6, 2018 | Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *