10 Penyebab Jerawat dan 16 Cara Ampuh Melenyapkannya

Khasiatmanfaat.com – Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling umum dijumpai dan menjadi momok tersendiri terutama bagi kaum hawa. Penyebab munculnya jerawat sangat beragam, begitu juga tempat tumbuhnya jerawat bisa dimana saja. Namun jerawat lebih sering muncul dan berkembang di bagian wajah. Jika hanya muncul satu dua biji mungkin jerawat tak terlalu berarti, namun yang jadi masalah ketika timbulnya jerawat sampai memenuhi area wajah.

Faktanya hampir semua orang pernah mengalami yang namanya berjerawat, terutama ketika sedang berada pada masa puber. Memiliki wajah berjerawat sangatlah mengganggu karena dapat mempengaruhi penampilan serta mengurangi kepercayaan diri. Bahkan saking “tercelanya” jerawat, banyak yang beranggapan bahwa memiliki kulit gelap namun bersih lebih di idamkan daripada kulit putih namun penuh jerawat.

Ketika mengalami wajah berjerawat sebagian mungkin akan sembuh sendiri dalam hitungan hari. Namun ada beberapa orang yang memang sangat berbakat untuk berjerawat dan seakan sulit sekali untuk sembuh atau normal kembali.

Apa Penyebab Munculnya Jerawat?

Kulit manusia memiliki lubang kecil yang disebut dengan pori-pori. Ketika lubang pori-pori atau folikel rambut tersumbat oleh minyak, sel kulit mati dan kotoran secara terus menerus, kondisi tersebut akan beresiko menyebabkan timbulnya jerawat. Masalah akan muncul ketika bakteri penyebab jerawat yaitu p. Acne berkembang dalam pori kulit yang tersumbat lalu minyak tidak bisa keluar. Ketika bakteri penyebab jerawat bereaksi dengan tersumbatnya pori-pori, terbentuklah jerawat. Meski terkadang sumbatan ini tidak nampak di permukaan kulit, namun dari tahap ini sumbatan tersebut dapat menjadi 10 jenis jerawat yang berbeda.

Pada wanita, biasanya jerawat dipicu oleh perubahan hormon, faktor genetik, ras, musim, pola makan, gaya hidup, hingga salah memilih produk perawatan kulit.

Kondisi yang Menyebabkan Jerawat

10 Penyebab Jerawat

Secara umum ada 10 kondisi atau perilaku yang dapat menyebabkan jerawat, yaitu:

1. Masalah Hormonal

Ketika sedang stress, dalam masa pubertas, datang bulan atau menopause, tubuh memproduksi hormon lebih banyak yang mendorong bakteri penyebab jerawat yaitu p.acne jadi lebih mudah berkembang biak. Aktivitas hormon androgen yang berlebih akan memicu timbulnya jerawat. Tapi gen juga berperan dalam menentukan seberapa rentan wajahmu terhadap jerawat.

2. Produksi Sebum Berlebih

Sebum merupakan zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering. Tetapi, ketika produksi sebum terlalu berlebihan, kita menjadi rentan untuk berjerawat. Hal tersebut karena bakteri p.acne yang ada di permukaan kulit bereaksi dengan sebum berlebihan yang dihasilkan kelenjar minyak sehingga tumbuhlah jerawat.

3. Sumbatan pada Folikel Rambut

Jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh campuran sel kulit mati dan sebum yang kemudian bereaksi dengan bakteri penyebab jerawat.

4. Kurangnya Kebersihan

Kurang maksimal dalam membersihkan kulit terutama wajah juga dapat mencadi faktor pemicu utama munculnya jerawat. Bagi yang terbiasa menggunakan makeup tebal, jika tidak dibersihkan dengan sempurna, maka residunya dapat menumpuk bersama dengan sebum serta kotoran lainnya. Pada gilirannya bakteri penyebab jerawat berkembang dengan pesat sehingga menimbulkan jerawat.

5. Alergi Makanan

Alergi terhadap makanan dapat menyebabkan inflamasi pada kulit. Hal tersebut dapat memicu bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak dengan lebih cepat.

6. Kualitas Air Mandi Kurang Baik

Jika Anda termasuk orang yang bakat berjerawat, hindarilah mandi dengan air yang mengandung banyak kadar klorin. Terlalu sering mandi dengan air yang terpapar klorin dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Ketika kulit kering maka tubuh akan memproduksi sebum lebih banyak sehingga beresiko memunculkan jerawat.

7. Penggunaan Sabun atau Spot Treatment Berlebih

Jerawat timbul bukan hanya karena faktor kurangnya kebersihan, tetapi terlalu berlebihan dalam membersihkan diri juga dapat memicu timbulnya jerawat. Paparan sabun berlebihan pada kulit akibat terlalu sering mandi atau membersihkan wajah dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi. Penggunaan obat topikal, seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide yang berlebihan juga dapat membuat kulit menjadi kering.Ketika kulit terlalu kering maka akan memicu kelenjar sebaceous bekerja lebih aktif untuk memproduksi lebih banyak minyak. Selain itu iritasi yang terjadi pada kulit akan meningkatkan resiko munculnya jerawat.

8. Penggunaan Produk Styling Rambut

Produk styling rambut seperti pomade atau gel yang punya bahan dasar minyak biasanya sering menyebabkan munculnya jerawat terutama pada area dahi. Hal ini terjadi karena kandungan bahan di dalamnya seringkali bersifat menyumbat pori-pori.

9. Konsumsi Iodine

Jika Anda rutin mengonsumsi multivitamin, coba cek dahulu kandungan di dalamnya. Jika terdapat kandungan iodine, maka munculnya jerawat Anda bisa jadi disebabkan oleh iodine tersebut. Sebagai gantinya, pilih suplemen dengan kandungan vitamin A, C, B3, zinc, selenium, karotenoid, dan omega yang bisa membantu mengatasi problem jerawat Anda.

10. Konsumsi Obat-obatan

Penggunaan obat seperti litium, kortikosteroid, atau obat antikejang dapat berpotensi menyebabkan munculnya jerawat.

Faktor yang Meningkatkan Resiko Berjerawat

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita jerawat, di antaranya:

1. Perubahan Hormon

Sekitar 8 dari 10 kasus jerawat pada wanita terjadi karena adanya perubahan hormon pada masa tertentu, misalnya menjelang datang bulan, trimester pertama masa kehamilan, atau akibat PCOS.

2. Masa Pubertas

Pada masa pubertas, aktivitas hormon testosteron mengalami peningkatan. Akibatnya kelenjar minyak akan memproduksi sebum lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh kulit.

3. Genetik atau Keturunan

Jika Anda berasal dari latar keluarga yang punya bakat berjerawat, maka resiko Anda bermasalah dengan jerawat juga lebih besar.

4. Stres

Stres dipercaya dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.

5. Faktor Musim

Tidak banyak bunga yang mekar ketika musim dingin, namun berbeda dengan jerawat Anda. Musim dingin biasanya menjadi musim yang membuat jerawat lebih mudah untuk tumbuh. Hal tersebut terjadi karena cuaca dingin menyebabkan kulit menjadi kering. Ketika kulit kehilangan kelembapan alaminya maka produksi minyak akan menjadi berlebih sehingga resiko tumbuhnya jerawat akan meningkat.

6. Penggunaan Kosmetik

Kandungan yang terdapat pada produk kosmetik tidak selalu cocok dengan kulit dan terkadang menimbulkan iritasi serta meningkatkan resiko berjerawat.

7. Merokok

Merokok dipercaya mampu memicu perubahan hormon dan meningkatkan resiko timbulnya jerawat.

Cara Mengatasi Jerawat

16 Cara Melenyapkan Jerawat

Setelah Anda mengetahui penyebab jerawat, sekarang Anda perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi jerawat. Perlu Anda tahu bahwa proses penyembuhan jerawat setiap orang biasanya berbeda-beda. Namun tidak ada satu pengobatan yang benar-benar dapat mengatasi jerawat secara instan. Anda tetap harus mengetahui setiap detail jerawat tersebut dengan baik.

Tips Mencegah Jerawat

Ada beberapa tips perawatan diri yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mencegah jerawat dan membersihkan jerawat Anda, yaitu:

1. Gunakan Pembersih Wajah Berbahan Dasar Air

Gunakan pembersih wajah yang lembut dan berbahan dasar air, hindari penggunaan sabun batangan dan mencuci wajah terlalu sering. Cukup gunakan pembersih wajah sebanyak 2-3 kali sehari, jangan mencuci wajah terlalu sering karena dapat membuat kulit kering dan lebih mudah terserang bakteri penyebab jerawat.

2. Gunakan Pembersih Wajah yang Mengandung Minyak Nabati

Jika memiliki jenis kulit kering namun berjerawat gunakan pembersih wajah yang mengandung minyak nabati sehingga tidak akan menyebabkan kulit semakin teriritasi.

3. Tetap Gunakan Pelembap Walaupun Anda Jerawatan

Kulit yang terjaga kelembapannya tentunya akan berfungsi dengan baik. Namun jika kulit Anda berminyak, gunakan produk berbahan gel dan berformula non-comedogenic. Jika perlu tambahkan aplikasi produk yang mengandung retinoid pada malam hari untuk membantu membersihkan pori tersumbat serta menenangkan inflamasi.

4. Gunakan Produk Perawatan Sesuai Kondisi Kulit

Perhatikan dengan baik jenis kulit Anda kemudian pilih produk perawatan yang paling sesuai dengan kondisi kulit tersebut. Mengaplikasikan produk perawatan yang tidak cocok dengan jenis kulit Anda dapat meningkatkan resiko memperparah jerawat yang sudah ada.

5. Gunakan Obat Jerawat Sesuai Petunjuk atau Anjuran Dokter

Ikuti petunjuk pada kemasan obat atau sesuai anjuran dari dokter. Hindari mengombinasikan sendiri beberapa obat jerawat hanya karena ingin cepat sembuh.

6. Konsumsi Suplemen yang Mengandung Omega

Mengonsumsi suplemen yang memiliki kandungan omega (minyak ikan) di dalamnya dapat membantu mengatasi masalah jerawat. Jika Anda adalah vegetarian, flaxseed oil bisa jadi opsi yang juga bisa memenuhi kebutuhan kulit.

7. Gunakan Produk yang Memiliki Kemampuan Peeling Ringan

Eksfoliasi topikal seperti asam glikolat atau asam salisilat dapat membantu mengurangi kehadiran bakteri pada pori-pori wajah, hingga membantu menyamarkan bekas-bekas jerawat pada kulit.

8. Kurangi Konsumsi Makanan yang Mengandung Susu

Mengonsumsi produk susu berlebihan dipercaya dapat mengganggu kerja sistem endokrin Anda, dan menyebabkan timbulnya jerawat.

9. Konsumsi Antibiotik yang Disarankan Oleh Dokter

Pada beberapa kasus ada orang yang cocok mengatasi jerawat dengan konsumsi antibiotik namun ada juga yang tidak. Oleh karenanya jangan memaksakan diri untuk mengonsumsi antibiotik dari dokter, jika memang hasilnya malah semakin memperburuk kondisi jerawat Anda.

10. Gunakan makeup berbahan dasar air dan berlabel non-comedogenic

Jika hendak menggunakan makeup maka pilihlah yang berbahan dasar air atau berlabel non-comedogenic (tidak menyumbat pori).

Pantangan bagi Penderita Jerawat

Ada beberapa pantangan atau hal yang harus dihindari supaya mempercepat penyebuhan jerawat Anda, diantaranya:

1. Jangan Mandi Air Panas

Mandi menggunakan air yang terlalu panas akan membuat kulit Anda kering. Ketika kulit kering, maka tubuh justru akan memproduksi sebum lebih banyak dan hal itu akan memicu timbulnya jerawat.

2. Jangan Gunakan Pelembap dengan Kandungan Shea Butter

Walaupun merupakan bahan alami, namun shea butter dipercaya cenderung menyumbat pori serta menimbulkan komedo putih. Gunakan pelembap berbahan dasar air pada siang hari, dan aplikasikan face oil bersifat non-comedogenic (tidak menyumbat pori-pori) pada malam hari.

3. Jangan Memencet Jerawat!

Selain dapat menimbulkan bekas yang sukar hilang, memencet jerawat secara paksa dapat memicu munculnya jerawat baru. Selain menimbulkan luka, ketika Anda memencet inti jerawat, maka bakterinya akan menyebar semakin dalam dan membuat jerawat jadi menyebar di area lain.

4. Jangan Konsumsi Gula yang Berlebih

Mengonsumsi gula berlebih dapat mengakibatkan kadar insulin meningkat dalam darah. Hal tersebut akan memicu produksi hormon androgen yang pada gilirannya aktivitas kelenjar minyak akan meningkat sehingga memicu timbulnya jerawat.

5. Jangan Gunakan Produk yang Mengandung Alkohol 

Hindari produk yang mengandung alkohol untuk mengeringkan jerawat. Kandungan alkohol pada produk perawatan wajah justru dapat membuat inflamasi semakin menjadi dan memperburuk kondisi jerawat.

6. Abaikan Teori Acne Mapping

Tidak perlu menggunakan teori acne mapping ketika ingin mengatasi masalah jerawat. Menurut beberapa ahli, acne mapping tidak ada kaitannya dengan timbulnya jerawat. Biasanya jerawat yang tumbuh di area tertentu pada wajah disebabkan oleh beragam faktor. Misal pada area dahi diakibatkan oleh produk styling rambut, jerawat di sekitar pipi karena telepon genggam yang kotor atau sarung bantal yang lama tidak diganti. Sedangkan jika Anda mendapati jerawat pada area sekitar mulut, biasanya berhubungan dengan perubahan hormon atau bekas makanan berminyak yang tidak dibersihkan dengan sempurna.

Bagaimana Cara Mengobati Jerawat?

Cara Mengobati Jerawat

Jika perawatan diri tidak membantu mengatasi jerawat Anda, tersedia beberapa opsi obat jerawat yang dijual bebas atau dapat Anda dapatkan di apotek. Sebagian besar obat-obatan ini mengandung bahan-bahan yang dapat membantu membunuh bakteri atau mengurangi minyak pada kulit Anda.

Obat Jerawat

1. Benzoil Peroksida

Salep atau krim benzoil peroksida digunakan untuk mengeringkan jerawat serta mencegah jerawat baru muncul. Benzoil peroksida dapat digunakan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Benzoil peroksida berfungsi sebagai agen bakterisida yang mencegah resistensi bakteri penyebab jerawat terhadap antibiotik. Selain itu benzoil peroksida juga memiliki sifat perusak komedo dan anti-inflamasi sedang.

2. Asam Retinoat

Asam retinoat merupakan produk turunan dari Vitamin A yang bekerja dengan memengaruhi proses pertumbuhan sel-sel kulit, memperbanyak produksi kolagen dan mengurangi produksi minyak sehingga pori-pori tidak tersumbat. Krim topikal atau salep jerawat seperti asam retinoat atau benzoil peroksida seringkali lebih efektif mengatasi jerawat dibandingkan dengan produk selainnya.

3. Asam Salisilat

Asam salisilat juga berkhasiat untuk mengatasi jerawat dengan meningkatkan kelembapan kulit serta mempermudah proses pengelupasan sel kulit mati. Asam salisilat bekerja dengan cara meredakan inflamasi atau bengkak kemerahan serta membantu mencegah pori-pori tersumbat.

4. Belerang

Belerang atau sulfur telah lama dimanfaatkan untuk mengatasi jerawat. Belerang memiliki sifat antibakteri alami serta anti peradangan yang berkhasiat untuk membersihkan pori-pori dari bakteri penyebab jerawat.

5. Resorcinol

Resorcinol bekerja mengangkat lapisan sel kulit mati dan membantu mencegah terbentuknya jerawat.

Terkadang, Anda mungkin terus mengalami gejala. Jika ini terjadi, Anda mungkin perlu mencari saran medis. Dokter Anda dapat meresepkan obat yang dapat membantu mengurangi gejala dan mencegah jaringan parut. Diantaranya yaitu:

6. Antibiotik

Antibiotik oral atau topikal mengurangi peradangan dan membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat. Biasanya, antibiotik hanya digunakan untuk waktu yang singkat sehingga tubuh Anda tidak membangun resistensi dan membuat Anda rentan terhadap infeksi.

7. Spironolakton

Wanita dengan jerawat hormonal dapat diobati dengan pil KB atau spironolakton. Obat-obatan ini mengatur hormon yang dapat menyebabkan jerawat melalui penurunan produksi minyak.

8. Isotretinoin

Isotretinoin (Accutane) adalah obat berbasis vitamin A yang digunakan untuk mengobati beberapa kasus jerawat nodular parah. Ini dapat menyebabkan efek samping yang serius, dan itu hanya digunakan ketika perawatan lain tidak berhasil.

Pengobatan Jerawat Oleh Dokter

Jika ingin melakukan perawatan jerawat pada dokter, biasanya akan direkomendasikan beberapa prosedur untuk mengobati jerawat parah dan mencegah jaringan parut. Prosedur ini berfungsi untuk menghilangkan kulit yang rusak serta mengurangi produksi minyak. Perawatan tersebut diantaranya:

1. Terapi Fotodinamik

Terapi menggunakan obat-obatan dan sinar khusus atau laser untuk mengurangi produksi minyak dan bakteri. Terapi ini mengubah energi cahaya menjadi panas sehingga mampu mematikan bakteri penyebab jerawat yaitu P. acne. Cara kerjanya, laser ditembakkan mengenai jerawat yang meradang dengan tingkat keparahan ringan maupun sedang

2. Dermabrasi

Yaitu teknik pengelupasan atau mengikis lapisan kulit luar dengan menggunakan alat khusus dengan sikat berputar. Dermabrasi dilakukan untuk memperbaiki bekas jerawat.

3. Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi yaitu perawatan ringan yang membantu mengangkat sel kulit mati yang berada di lapisan terluar kulit. Menurut American Acne Foundation, mikrodermabrasi termasuk salah satu treatment yang banyak dipilih dan digunakan untuk mengatasi masalah jerawat. Sebagai salah satu tindakan tanpa operasi yang dinilai ampuh mengatasi masalah jerawat, mikrodermabrasi banyak dipilih karena prosesnya terbilang cepat dan minim rasa sakit. Meski ampuh untuk mengatasi jerawat, namun tidak semua jenis jerawat bisa diatasi dengan mikrodermabrasi. Melakukan prosedur mikrodermabrasi pada tipe jerawat yang salah justru dapat membuatnya menjadi semakin parah hingga menimbulkan bekas.

4. Suntikan Kortison

Suntik kortison khusus ditujukan untuk memberantas jerawat besar berdiameter lebih dari 5mm seperti jerawat nodul, pustul, jerawat batu, hingga jerawat kista. Kortison adalah hormon steroid yang diproduksi secara alami oleh tubuh Anda. Kortison bekerja dengan cepat mengurangi inflamasi untuk mengatasi jerawat sekaligus mencegah pembentukan jaringan parut dan noda bekas jerawat.

Protected by Copyscape Plagiarism Checker - Do not copy content from this page.



Kiriman Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *