5 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan Pada Luka Bakar

Khasiatmanfaat.com – Dalam aktivitas sehari-hari, luka bakar sebenarnya sering dialami banyak orang. Mulai dari terkena air panas atau cipratan minyak saat memasak, kaki tak sengaja ‘mencium’ knalpot panas kendaraan yang tengah diparkir, dan lain sebagainya. Ketika mengalami luka bakar mungkin Anda pernah mendengar atau membaca beberapa saran untuk mengobatinya. Salah satu cara yang cukup populer untuk mengobati luka bakar adalah dengan mengoleskan pasta gigi atau odol, alasannya karena sensasi dingin dari pasta gigi dipercaya dapat meredakan rasa sakit dan menyembuhkan luka bakar seketika.

Namun, faktanya cara-cara yang sering Anda dengar mungkin belum teruji mampu menyembuhkan luka bakar. Malahan di antaranya justru dapat menyebabkan luka bakar Anda kian memburuk, ataupun meninggalkan bekas.

Jangan Pernah Lakukan Hal ini Pada Luka Bakar

Berikut adalah 5 hal yang tidak boleh Anda lakukan pada bakar baik itu luka bakar karena tersiram air mendidih, cipratan minyak panas, knalpot atau setrika.

1. Mengoleskan Pasta Gigi

jangan mengoleskan odol pada luka bakar

Pertolongan pertama luka bakar yang mungkin lazim kita dengar dari mulut ke mulut adalah dengan cara mengoleskan pasta gigi atau odol pada luka bakar. Ketika tangan tersiram air mendidih atau terpercik minyak panas, tak sedikit yang langsung mengolesi luka bakar tersebut dengan pasta gigi. Luka bakar biasanya terasa panas dan sangat tidak nyaman sedangkan pasta gigi menawarkan efek dingin yang dipercaya mampu menyembuhkan luka bakar.

Namun, cara menyembuhkan luka bakar dengan mengoleskan pasta gigi ternyata adalah cara yang salah dan seharusnya dihindari. Karena pada faktanya, menurut para ahli di Sanjay Gandhi Post Graduate Institute of Medical Sciences, mengoleskan pasta gigi justru dapat memperparah kondisi luka. Pasta gigi memiliki kandungan peppermint dan kalsium yang berisiko memperluas infeksi dan membahayakan jaringan kulit.

Pasta gigi tak dapat menyembuhkan luka bakar, justru berbahaya jika di oleskan pada luka bakar karena kandungan zat pembersih kotoran gigi seperti kalsium karbonat, kalium sitrat, zat pemutih gigi atau pewarna yang justru malah bisa memperparah luka, menambah resiko infeksi dan merusak jaringan kulit. Selain itu, pasta gigi juga dapat menghambat proses penyembuhan luka.

Pertolongan pertama pada luka bakar yang tepat adalah dengan cara segera mengaliri kulit yang terluka bakar dengan air sejuk selama 5 sampai 10 menit. Setelah itu keringkan bagian luka dengan kain bersih dan dioleskan dengan krim antibiotik.

2. Mengompres dengan Es Batu

jangan mengompres luka bakar dengan es batu

Selain menggunakan pasta gigi, kesalahan dalam menyembuhkan luka bakar yang sering dilakukan selanjutnya yaitu dengan mengompres es batu. Banyak yang percaya bahwa metode mengompres luka bakar menggunakan es batu bisa membantu mendinginkan rasa panas atau terbakar di kulit. Padahal, suhu es batu biasanya berkisar antara 0 hingga -4 derajat Celsius. Dengan suhu yang sedingin ini, aliran darah pada area luka justru bisa terhenti.

Mengompres luka bakar menggunakan es batu justru dapat menyebabkan yang namanya radang dingin (frostbite) dan kerusakan pada kulit. Jangan pernah menempelkan es batu secara langsung pada kulit yang mengalami luka bakar. Es batu yang bersifat sangat dingin dapat menyebabkan peradangan pada kulit. Bahkan bisa mengakibatkan pembengkakan yang membuat luka sulit untuk sembuh.

3. Membalut dengan Kapas

Jangan pernah membalut luka bakar yang masih basah dengan kapas karena serat-serat kapas dapat lengket dan menempel pada luka kemudian menyebabkan infeksi. Untuk membalut luka bakar gunakanlah kasa atau plastik cling wrap.

4. Memecahkan Gelembung atau Lepuhan

Beberapa hari setelah mengalami luka bakar, adakalanya muncul gelembung atau lepuhan berwarna putih. Gelembung tersebut ketika dipegang atau tersenggol biasanya akan terasa sakit dan tentunya sangat mengganggu. Oleh karena itu banyak orang yang tak sabaran ingin terbebas dari rasa sakit dengan cara memecah gelembung atau lepuhan luka bakar dengan cara menusuknya dengan kuku atau jarum. Padahal hal tersebut sangat keliru dan dapat berakibat buruk bagi penyembuhan luka bakar.

Sebenarnya, gelembung pada luka bakar tersebut merupakan tahapan alami tubuh dalam proses penyembuhan luka bakar. Sehingga ketika kita memecahkannya justru dapat mengganggu dan memperlama proses kesembuhan luka bakar itu sendiri. Selain itu, menusuk lepuhan dengan jarum atau benda tajam apapun pada bagian luka dapat meningkatkan resiko infeksi. Oleh karena itu, jika luka bakar akibat terkena minyak panas membengkak, jangan mencoba mengeluarkan sendiri cairan di dalamnya. Bersabarlah untuk menunggu karena gelembung tersebut akan pecah dengan sendirinya, pertanda bahwa luka bakar Anda telah sembuh dan mengering secara alami.

5. Menutupi Luka dengan Kosmetik

Hindari bagian kulit yang mengalami luka bakar terkena beberapa produk kosmetik seperti bedak atau pelembab. Produk kosmetik mengandung bahan kimiawi yang mungkin berbahaya ketika terpapar pada luka yang terbuka, bisa menyebabkan infeksi dan membuat luka semakin memburuk.

Nah demikianlah tadi 5 hal yang harus Anda hindari ketika ingin mengobati luka bakar. Semoga bermanfaat!

Protected by Copyscape Plagiarism Checker - Do not copy content from this page.





Kiriman Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *